Implementasi Program PKKM 2024, Prodi Teknik Informatika Menggelar FGD Dengan Pemateri dari Kampus Terbaik di Jawa Tengah dan Mitra DUDI

Garut, Tim PKKM PS Teknik Informatika Sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) selama dua hari pada tanggal 11 dan 12 Juni di Meeting Room Aleyra Hotel and Villa’s Garut. Acara ini merupakan bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2024 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RistekDikti. Tujuan dari FGD ini adalah untuk mendengar masukan dari kampus mitra dan stakeholder dari dunia usaha mengenai Kurikulum KKNI-OBE-MBKM Program Studi Teknik Informatika yang berorientasi pada Program MBKM Mandiri.

Hari Pertama

Pada hari pertama, acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh Dr. Ida Farida, MT., selaku Ketua Tim PKKM Institut Teknologi Garut, yang menekankan pentingnya kegiatan ini dalam upaya penyempurnaan kurikulum agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Sambutan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Hilmi Aulawi, ST., MT., IPU yang memberikan motivasi dan membuka secara resmi acara FGD tersebut. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri adalah kunci dalam menciptakan kurikulum yang relevan dan aplikatif.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi materi pertama oleh Dr. Drs. Abdul Syukur, M.M., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro, dengan topik “Desain Kurikulum Merdeka Belajar”. Dalam materinya, Dr. Abdul Syukur memaparkan tentang pendekatan dalam merancang kurikulum yang fleksibel dan adaptif sesuai dengan prinsip Merdeka Belajar. Beliau menjelaskan bagaimana mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih jalur belajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka, sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan.

Sesi materi kedua disampaikan oleh Rendy Maulana Akbar, CEO PT Qwords Company International, dengan judul “Synergy Between Industry and Informatics Engineering in The Future – Preparing Informatics Engineering Graduates to Compete and Thrive in the Industry”. Rendy menjelaskan pentingnya sinergi antara dunia industri dan pendidikan teknik informatika. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja yang dinamis.

Setelah sesi materi, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Institut Teknologi Garut dan PT Qwords Company International. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum serta peningkatan kualitas pendidikan di Institut Teknologi Garut.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi penyusunan Kurikulum Teknik Informatika Berbasis KKNI OBE dan MBKM oleh tim. Proses ini melibatkan diskusi intensif dan kolaboratif antara akademisi dan praktisi industri untuk memastikan kurikulum yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Hari Kedua

Hari kedua dimulai dengan sesi materi pertama oleh Dr. Drs. Abdul Syukur, M.M., yang kali ini berbagi pengalaman Universitas Dian Nuswantoro dalam melaksanakan program MBKM. Dalam sesi “Sharing Session Pengalaman Kampus Mitra dalam Melaksanakan MBKM”, beliau memaparkan berbagai tantangan dan strategi yang diterapkan untuk sukses dalam implementasi program MBKM. Pengalaman ini memberikan wawasan berharga bagi Institut Teknologi Garut dalam mengembangkan dan menyempurnakan program MBKM mereka.

Materi kedua disampaikan oleh Riszki Ramadhan, CEO The StartUp Inc, dengan judul “Membangun Kultur Technopreneur Untuk Mahasiswa Bidang Informatika”. Riszki memberikan inspirasi tentang bagaimana membangun budaya technopreneur di kalangan mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa dengan menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan kewirausahaan, mahasiswa akan lebih siap untuk menjadi pengusaha teknologi yang sukses di masa depan.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan lanjutan Kurikulum Teknik Informatika Berbasis KKNI OBE dan MBKM oleh tim. Proses ini melibatkan finalisasi dan peninjauan ulang untuk memastikan semua aspek penting telah terakomodasi dalam kurikulum yang baru.

Acara ditutup dengan penyerahan Dokumen Kurikulum Teknik Informatika berbasis KKNI OBE dan MBKM hasil peninjauan dan penyusunan oleh tim, yang diwakili oleh Ketua PKKM Teknik Informatika Institut Teknologi Garut, M. Rikza Nashrulloh, M.Kom. Dalam penutupannya, Rikza menyampaikan harapannya agar kurikulum yang baru ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia industri.

Dengan berakhirnya acara ini, Institut Teknologi Garut berharap dapat terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan pendidikan yang relevan dan berkualitas tinggi. Kurikulum yang disusun diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan mereka dan menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin kompleks.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *